salah seorang sufi yang terkenal namanya sampai saat ini,syair syairnya sangat indah dan sampai pada tujuannya.
Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih
jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap
orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih
Arsip untuk ‘Jaludin Rumi’ Kategori
Syair-Syair Jalaludin Rumi
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Agustus 7, 2008 | 7 Komentar »
Surya, Rembulan dan Lilin Kecil
Diposkan dalam Jaludin Rumi, Renungan pada Agustus 3, 2008 | Leave a Comment »
telah berkata Guruku YM, Maulana Rumi;
“Karena cinta pahit berubah menjadi manis,
karena cinta tembaga berubah jadi emas.
Karena cinta ampas berubah jadi sari murni,
karena cinta pedih menjadi obat
Karena cinta kematian berubah jadi kehidupan,
karena cinta raja berubah jadi hamba”
“MATSNAWI” Karya Agung Rumi
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Agustus 1, 2008 | Leave a Comment »
Matsnawi-i-Ma`nawi, judul lengkap buku ini yang berarti ‘karangan bersajak tentang makna-makna’ yaitu makna-makna terdalam ajaran agama, merupakan salah satu dari karya agung dunia yang ditulis pada abad ke-13 dalam bahasa Persia, bahasa Dunia Islam ke-2 setelah bahasa Arab.
Jalaludin Rumi, Menari di Depan Tuhan
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Agustus 1, 2008 | Leave a Comment »
“AKAN tiba saatnya, ketika Konya menjadi semarak, dan makam kita tegak di
jantung kota. Gelombang demi gelombang khalayak menjenguk mousoleum kita,
menggemakan ucapan-ucapan kita.”
Kidung Rumi
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Juli 31, 2008 | Leave a Comment »
Masuk ke dalam larik-larik puisi Maulana Jalaluddin Rumi seakan memasuki dunia asing yang indah, penuh kejutan-kejutan, yang terkadang berseberangan dengan logika umum. Tetapi justru keunikan dan keaslian imajinatif Rumi inilah yang membawa keutuhan puisi-puisinya
Karakteristik Puisi Jalaludin Rumi
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Juli 31, 2008 | Leave a Comment »
A. Pendahuluan
Tasawuf atau sufisme adalah suatu ilmu pengetahuan. Sebagai ilmu pengetahuan, tasawuf mempelajari cara dan jalan bagaimana seorang muslim dapat berada sedekat mungkin dengan Allah Swt.
Fanatiklah pada cinta, bukan agama
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Juli 31, 2008 | Leave a Comment »
Fanatisme cinta berbeda dengan agama lain/fanatisme cinta adalah terhadap Yang Maha Cinta/tujuan pecinta bukan seperti tujuan lain/cinta adalah kompas langit menuju misteri Tuhan. — Jalaludin Rumi
Banyak yang menganggap sumbangan terbesar Rumi pada agama adalah aliran sufi Mawlawiyah dan tarian berputar yang seperti gasing. Sesungguhnya aliran Rumi jauh lebih agung dari itu. Sumbangan terbesar Rumi terhadap [...]
Jalaluddin Rumi Berpuisi dengan Jiwanya
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Juli 31, 2008 | Leave a Comment »
Bagi anda yang gemar membaca puisi, khususnya sastera Islam tentu nama Jalaludin Rumi sudah tak asing lagi. Dalam dunia sastera, khususnya puisi, sufi yang satu ini jadi semacam prasasti yang abadi. Namanya, tak hanya dikenal orang Islam saja, yang bukan Islam pun juga memuji hasil karyanya.
30 September yang akan datang adalah ulang tahun Rumi yang [...]
Maulana Jalaludin Rumi
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Juli 29, 2008 | Leave a Comment »
Siapa yang berperilaku sesuai dengan perkataannya, dialah yang tercerahkan, yang menolak hubungan-hubungan biasa dari dunia.
Maulana (secara harfiah bermakna “Guru Kita”) Jalaluddin Rumi, pendiri Tarekat Para Darwis Berputar, dalam karirnya menjadi bukti ungkapan Timur, “Para raksasa muncul dari Afghanistan dan mempengaruhi dunia.”
Syair Rumi
Diposkan dalam Jaludin Rumi pada Juli 24, 2008 | Leave a Comment »
Kau dan Aku
Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku;
Dalam dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,
Kau dan Aku.