Dan Majnun pun terhenyak, tak kuasa ia menutup matanya barang sekejap. Betapa sempurnanya lentik matanya, lesung pipit yang senantiasa menghiasi senyum lembutnya. Semampai sempurna tubuhnya, senantiasa tertunduk malu wajahnya. Dan mengapa nafasnya dan desahnya seolah selalu tersipu? Ungu kehijauan alami menghiasi bawah kelompak matanya. O…., kesempurnaan keindahan yang mahacantik! O…, Laila! O,…Laila!
Arsip untuk ‘Laila Majnun’ Kategori
Bersatu dalam Melodi Cinta
Diposkan dalam Laila Majnun, Renungan pada Agustus 3, 2008 | Leave a Comment »
Gurindam Layla Majnun
Diposkan dalam Laila Majnun pada Agustus 3, 2008 | Leave a Comment »
Sepasang kekasih terbaring dalam kesunyian
Disandingkan di dalam rahim gelap kematian
Sejati dalam cinta, setia dalam penantian
Satu hati, satu jiwa, di dalam surga keabadian
*
Terkulai di puncak rindu
Tenggelam dalam sendu
Kasih mu tak siapa
Bisa tanggalkan
Biar luka parah
Biar jiwa lara
Kasih mu yang sebati
Sukar ku pisah
Siapa bisa rasakan
Gelora cinta si Laila
Siapa gerangan
Kalaulah bukan Majnun
Mesti ada saksi
Mesti tegak bukti
Sebuah pengorbanan
Sebagai ganti
Lafazkan cinta [...]
Syaikh Hakim Nizhami
Diposkan dalam Laila Majnun pada Agustus 1, 2008 | Leave a Comment »
Syaikh Hakim Nizhami qs merupakan penulis sufi terkemuka diabad pertengahan karena dua roman cinta
yang menyayat hati, yaitu Laila & Majnun serta Khusrau & Syirin. Kisah sedih Laila & Majnun , dimana Majnun yang berarti “Tergila-gila akan Cinta”,
Laila Majnun (Hakim Nizhami)
Diposkan dalam Laila Majnun pada Agustus 1, 2008 | Leave a Comment »
Alkisah, Kepala suku Bani Umar di Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal, bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil.
Cinta Laila Majnun
Diposkan dalam Laila Majnun pada Agustus 1, 2008 | Leave a Comment »
Hanya ingin menumpah kata
Laila Majnun, sebuah kisah dari cerita rakyat arab, tentang kecantikan seorang gadis bernama Laila, yang menarik hati seorang pemuda, Qais keturunan Bani Amir.
Permintaan Terakhir Kepada Ibunya
Diposkan dalam Laila Majnun pada Agustus 1, 2008 | Leave a Comment »
ketika aku mati, pakaikanlah aku baju pengantin, jangan bungkus aku dengan kain kafan. riaslah aku spt pengantin dan buatlah aku secantik mungkin.