Dalam salah satu magnum opusnya, “The Art of Loving”, Eric Fromn menjelaskan tentang dua buah keadaan jiwa manusia, being dan becoming. Terjemahan secara tepat kedua istilah ini ke dalam peristilahan Indonesia secara akurat amat sulit.
Arsip untuk ‘Renungan’ Kategori
Kemiskinan Ruhaniah
Diposkan dalam Renungan pada Agustus 3, 2008 | 1 Komentar »
Bersatu dalam Melodi Cinta
Diposkan dalam Laila Majnun, Renungan pada Agustus 3, 2008 | Leave a Comment »
Dan Majnun pun terhenyak, tak kuasa ia menutup matanya barang sekejap. Betapa sempurnanya lentik matanya, lesung pipit yang senantiasa menghiasi senyum lembutnya. Semampai sempurna tubuhnya, senantiasa tertunduk malu wajahnya. Dan mengapa nafasnya dan desahnya seolah selalu tersipu? Ungu kehijauan alami menghiasi bawah kelompak matanya. O…., kesempurnaan keindahan yang mahacantik! O…, Laila! O,…Laila!
Surya, Rembulan dan Lilin Kecil
Diposkan dalam Jaludin Rumi, Renungan pada Agustus 3, 2008 | Leave a Comment »
telah berkata Guruku YM, Maulana Rumi;
“Karena cinta pahit berubah menjadi manis,
karena cinta tembaga berubah jadi emas.
Karena cinta ampas berubah jadi sari murni,
karena cinta pedih menjadi obat
Karena cinta kematian berubah jadi kehidupan,
karena cinta raja berubah jadi hamba”
Renungan Cinta
Diposkan dalam Renungan pada Agustus 3, 2008 | Leave a Comment »
menatap Muhammad buhulan rindu
tiada lidah yang tak kelu
tiada zarrah yang tak lebur
tiada alam yang tak lenyap
tiada mentari yang tak malu
tiada bintang-bintang yang tak bergetar-getar menahan segenap kelipnya
merintih akulah geletar cahaya Muhammad
aaakulahh geletar cahaya Muhammad
aaakulahh geletar cahaya Muhammad
dan tiada pula awan yang tak berarak-arak menanti pertemuan dengan Mu,
duhai Muhammad …
Renungan Tauhid
Diposkan dalam Renungan pada Agustus 3, 2008 | Leave a Comment »
langit dan mentari
siang berganti malam
kulit dan jauhari
citra buhulan terang
Hud-Hud Rahmaniyyah
dimitri mahayana, 1993